Archive for Oktober 2010

Coretan sisipan (edisi lamunan sebelum tidur)


.

Kau tau kenapa kopi yang pahit itu disuka banyak orang?
Jujur, aku bingung mau jawab apa jika kau tanyakan itu padaku.
Mungkin dengan filosofi ini, aku bisa menjelaskannya:

Jika hidup kadang terasa sepahit kopi, carilah gula diluar sana sebagai pemanis. Kelak akan menjadi kopi dengan takaran yang pas.

Mungkin gula yang kau cari itu: temen dekat, orang yang disayang, atau keluarga.
Oya, jangan terlalu manis! Kopi yang terlalu manis itu tak enak.
Saat kamu memasukan gula itu ke kopi,
Pejamkan matamu!
sambil nyebutin siapa aja yang pernah memberi warna di hidup mu.
Jika saat kamu cicip, masih pahit. Tambah lagi gulanya!
Yang berarti menambah satu nama yang belum kau sebut.
Yaitu orang yang tanpa kau sadari pernah menorehkan rasa manis dikeseharianmu.


Maaf bahasaku amburadul.
Coretan by Ghany, diilhami dari "Kisah 2 Kamar".

(Flashback ke masa SMA) Kelas X-8, awal kisahku dimulai


.

Entahlah awal-awal masuk SMA kelas 1 itu tanggal berapa, aku nggak ingat. Awal dimana namaku pertama kali tertulis di daftar absen Kelas X-8. Ya kelas itu, dimana kisahku yang tak kusangka-sangka dimulai. Walaupun MOS sudah berakhir, tapi tetap saja aku belum tau nama teman-temanku secara menyeluruh. Aku terlalu cuek, malas untuk berkenalan. Paling teman sebangku yang ternyata gamer juga, entah kebetulan atau apa, jadi kita cepat akrab.

Minggu pertama aktif pelajaran, aku berangkat kepagian, jam 6.20 ternyata sudah ada 4 orang teman di dalam kelas. Kulihat nama-nama di daftar itu, oh sial! Tak ada yang aku kenal. Terasa asing bagiku.
Dengan gontai aku putuskan untuk nongkrong di depan kelas saja. Sambil menunggu bel tanda masuk.
Kulihat teman kelas yang lain beberapa sudah akrab. Saling tegur sapa. Mungkin dulunya satu SMP.
......
"Teeet!... teeet!"
Lamunanku buyar, ketika bel tanda masuk berbunyi.
Saat aku nulis diary ini, bisa merasakan betapa malasnya aku untuk menerima pelajaran setelah sekian lama libur.
Tiba-tiba kulihat seorang cewe berlari kecil, tergesa-gesa. Sepertinya gara-gara bunyi bel tadi. Cewe mungil dengan rambut lurus sepunggungnya.
Heh! setengah kaget, ternyata dia teman sekelasku. Beda sekali waktu MOS, saat rambutnya dikepang pake pita, suruhan senior keparat.
Kita masuk ke kelas rada berdesak-desakan, sambil aku mencoba mengingat namanya. Bodoh, kenapa bisa lupa... "Siapa ya?" pertanyaan itu berulang-ulang muncul dalam pikiranku. "Ah, nanti juga tau saat seorang guru mengabsen" kataku dalam hati.

Wajah periangnya sepertinya telah menorehkan warna baru dihatiku, yang kelak hari-hariku terlihat berbeda.

Hujan Kepagian


.

Hujan tak pernah turun tepat waktu.
Dia datang hanya manakala dia suka.
Angkuh juga yah?

Tapi, semua itu tak pernah aku permasalahkan.
Pecinta hujan yang selalu menunggumu untuk turun.