Mataku terlalu mendung mengingat semua kenangan bersama mu, Ike.
Kau gadis yang periang, baik, dan lincah.
Kadang aku juga tak percaya dengan semua ini, begitu cepat...
Ah, sial!
penabrak keparat!!!......
Aku sangat jelas mengingatnya, hari itu, hari jumat.
Hari dimana tak akan pernah kuliat lagi senyum sempurnamu di kelas.
Oya, waktu hari kamis beberapa jam sebelum kamu pergi,
entah pelajaran apa, aku kesulitan menemukanmu.
Mungkinkah ini pertanda?
Aku tengak-tengok mencari tempat dudukmu
Hanya sekedar ingin menanti terbit senyummu, Ik
Senyum yang mencuri hatiku.
Dengan susah payah aku menemukan tempat dudukmu,
di pojok depan dekat dengan guru, deret paling kiri.
sedangkan aku pojok kedua dari depan, deret paling kanan.
Hei, ini teman sekelasmu,
no absen 15, masih ingatkah?
Bukankah no absenmu 16, Ike? :)
Jadi, klo pas ujian semester kamu selalu duduk dibelakangku.
Sering kudengar kamu bernyanyi-nyanyi kecil
Ketika mengerjakan soal-soal yang memusingkan kepala itu?
Entahlah lagu apa itu, kalaupun tau nadanya, aku juga tak tau judulnya.
Atau saat mencolek pundaku Ike, menanyakan soal yang sulit.
Padahal aku juga tak tau jawaban yang benar.
Dan saat waktu ujian telah berakhir,
kita kadang saling mencocokan jawaban.
Kadang jawaban kita sama, tapi seringnya beda :D
Kau lucu, expresimu ketika jawaban kita beda sungguh ngangenin.
Owh, maaf Ike, aku melantur.......
sesak dadaku, saat aku mencoba mengingat serpihan-serpihan ini.
Oya Ike, aku sekarang kuliah di Arsitek sama seperti cita-cita-mu dulu :)
Udah dulu ya, tak enak menulis dengan mata sembam.
Baik-baik disana.....
Archive for November 2010
(Flashback ke masa SMA) Baik - baik disana, Ike
.
Category Red Diary
Saat duduk dengannya (menanti hujan reda)
.

Hujan, karena rintih air mu yang jatuh tak terduga itu, aku bisa duduk lebih lama dengannya. Walaupun saat itu tiba-tiba saja aku menjadi seperti anak TK yang baru belajar ngomong. Rasa yang sungguh berbeda, yang tak pernah aku rasa jika duduk dengan yang lain. Itu lebih dari cukup bagiku. Yang biasanya cuma menanti terbit senyum sempurna mu dari kejauhan.
Aku sedang tidak bermimpi kan?
Duduk denganmu, di teras depan kampus, diiringi melody derai air hujan. Entahlah yang biasanya iramanya monoton, kini serasa sebuah symphonie.
Amm, saat itu kita sedang menunggu dosen kan?
Untuk asistensi gambar Denah Rumah.
Yang akhirnya tak jadi, karena beliau tak di tempat.
Disela-sela menanti hujan reda,
Kamu meminjam gambarku untuk diliat.
"Eh Ghan, liat donk gambarmu"
Katamu sambil mengambil gulungan kertas A3 yang tergeletak disampingku.
"Eh, gambarku jelek tau,..."
Setelah itu kamu terdiam,
Asyik meliat gambarku yang biasa2 aja itu kah?
Aku sedikit curi-curi pandang ke dia.
Ah, sial ketauan...
Saat mau mengalihkan pandangan, kamu berkata
"ih pola lantai car port mu bagus..."
"ee... eee, masa sih?" jawabku sekenanya.
Memang pola lantai car port kubuat berbeda, dengan lingkaran berpola ditengahnya.
"he eh, yeee... tapi cuma lantai car port-nya aja lho hihi..."
"Wah, berarti yang lain jelek donk?"
"Bagus ko ghany, hihi..."
Speecless, kikuk.
Ah, senyumu itu...
Sepertinya aku tak rela hujan ini reda.
Jam 2.30, kita pulang sendiri-sendiri. Walaupun masih gerimis...
Category Red Diary
Tanpa disadari, banyak orang berlalu-lalang di hati kita
.
Some people come into our lives and quickly go. Some stay for awhile and leave footprints on our hearts. And we are never, ever the same...
Category Red Diary

