Saat duduk dengannya (menanti hujan reda)


.



Hujan, karena rintih air mu yang jatuh tak terduga itu, aku bisa duduk lebih lama dengannya. Walaupun saat itu tiba-tiba saja aku menjadi seperti anak TK yang baru belajar ngomong. Rasa yang sungguh berbeda, yang tak pernah aku rasa jika duduk dengan yang lain. Itu lebih dari cukup bagiku. Yang biasanya cuma menanti terbit senyum sempurna mu dari kejauhan.

Aku sedang tidak bermimpi kan?
Duduk denganmu, di teras depan kampus, diiringi melody derai air hujan. Entahlah yang biasanya iramanya monoton, kini serasa sebuah symphonie.

Amm, saat itu kita sedang menunggu dosen kan?
Untuk asistensi gambar Denah Rumah.
Yang akhirnya tak jadi, karena beliau tak di tempat.

Disela-sela menanti hujan reda,
Kamu meminjam gambarku untuk diliat.
"Eh Ghan, liat donk gambarmu"
Katamu sambil mengambil gulungan kertas A3 yang tergeletak disampingku.

"Eh, gambarku jelek tau,..."
Setelah itu kamu terdiam,
Asyik meliat gambarku yang biasa2 aja itu kah?

Aku sedikit curi-curi pandang ke dia.
Ah, sial ketauan...
Saat mau mengalihkan pandangan, kamu berkata

"ih pola lantai car port mu bagus..."

"ee... eee, masa sih?" jawabku sekenanya.

Memang pola lantai car port kubuat berbeda, dengan lingkaran berpola ditengahnya.

"he eh, yeee... tapi cuma lantai car port-nya aja lho hihi..."

"Wah, berarti yang lain jelek donk?"

"Bagus ko ghany, hihi..."

Speecless, kikuk.
Ah, senyumu itu...
Sepertinya aku tak rela hujan ini reda.

Jam 2.30, kita pulang sendiri-sendiri. Walaupun masih gerimis...