Archive for 2011

Serpihan terakhirku: epilog, do you remember? butterfly early summer


.


“…selamat datang masa depanku...
makasih yah untuk kenangan dan masa lalu itu...”

Ini kesiasiaan? tidak juga.
Paling tidak dengan semangat itu, aku bisa menjadi "seseorang".
Semangat yang berkobar hanya dari sms yang kamu kirimkan.
Dan jika sekarang aku mulai mengenang kembali waktu itu,
ada senyum disana, senyum yang tak tergantikan.

Walaupun terkadang aku masih merindukan saat-saat itu,
kembali ke masa awal - awal kuliah, ada canda, tawa, atau kadang terselip perih.
Itu biasa.
Iya aku tau, aku hanya seorang pemimpi.
Seorang lelaki bodoh yang terus terikat masa lalu.
Karena pernah kehilangan.

Mungkin juga sombong,
karena tak pernah mengambil tiap kesempatan yang ada.
Tapi yakinlah bukan itu yang kumau.
Aku tak bisa walau sekedar menggenggam tangan mungilmu.
Sepertimu yang lebih memilih menarik jaketku
jika ingin memberitahuku sesuatu.
Mungkin ini prinsipku.

Aku sendiri kadang tak yakin tentang perasaan ini,
terkadang kamu terlihat seperti malaikat kecil,
kunang- kunang temaram (sama sepertiku),
atau hanya seorang teman kebanyakan.

Oya makasih ya buat warna -warna perlangimu.
Aku juga minta maaf kalau saja pernah ada
warna - warna kelam yang pernah kutorehkan di hidupmu,
dan membuat warna-warna lainnya menjadi kelabu.

Bersamaan dengan aku posting tulisan ini,
aku mulai mencoba menatap masa depanku sendiri.
Aku tak peduli akan sejelek apa imejku kelak dimatamu nanti.
Aku juga tak menginginkan rasa ini terbit lagi, kumohon...

Aku pergi yah.... kupu - kupu musim panas dini.

"...Sampai jumpa 10 tahun lagi, ditempat mimpimu berada.
Sebuah tempat yang lebih baik dari hari ini...".




Ghany - July, 26 2011. Malam setelah gladi bersih Wisuda Universitas.

May, 24 2011: Untuk Waktu


.

Aku tulis ini saat menjelang hari-hari akhir pengerjaan Tugas Akhirku
---------------------------------------------------------------------------


Namun, sepertinya waktu tak pernah berhenti berlari ya?
Atau sekedar menungguiku yang kelelahan dibelakang, barang 3 atau 5 menit.

"Heh Ghan, mana mau bodoh?! sang waktu menunggui mu, untuk mengulurkan tangannya?!"
Ujar suara itu sedikit ketus.

"Murahan sekali sang waktu itu. Sang waktu itu tirani, bertangan besi, dan tak pernah kenal kompromi. Harusnya kau tau itu!".

Lanjut suara itu bermonolog panjang.
Tanpa memberiku kesempatan untuk membela diri dan berlalu begitu saja.

May, 22 2011: A Promise


.


Buat 3D maleman seperti ini,
jadi teringat pas tugas kelompok "Perancangan kota" dulu.
Semaleman bikin 3D sama poster, dan gilanya jam 11 malem baru mulai.
Padahal deadline tugasnya esok pagi sebelum jam 12.

Yah saking ga ada idenya ini otak,
jam segituan baru ada mood buat ngerjain.
(Setelah browsing sana-sini tentunya :p)

Dan parahnya lagi, baru nge-download "v-ray"! what the fu....
Mengerikan.....
Oya, V-ray tu software buat nge-render bangunan 3D yang dibikin.
Biar material-materialnya keliatan lebih real.

Pas nulis cerita ini, jadi senyum-senyum sendiri,
"Sakit ya kamu Ghan!!!", haha biarin...

Bukan cuma itu, saat aku menimang-nimang SE K800i-ku tercinta.
Aku teringat 1 message di Inbox siang tadi, ku baca lagi pelan:

From: phon-phon
Received: at 1.25 pm

"Ghan, aku bikin paper-nya,
Sore ini aku usahain bisa di print.
3D sama poster kamu yah,
pokoknya harus udah di-plot jam 8 lho, hihi..."


Aku ulangi sekali lagi ngebacanya pas kata,
"Sore ini aku usahain bisa diprint"

Jleb! layaknya ditusuk beribu-ribu jarum ke arah jantung bilik kiri.
Mengucurkan darah segar, secara perlahan..

Bodohnya aku! disana dia juga berusaha sungguh-sungguh untuk menyelesaikan lebih awal.
Tapi disini, aku, kau liat? aku belum apa-apa.

Sebegitukah dia mempercayaiku membuat pekerjaan yang tak mungkin ini?
Dan yakin aku bisa menyelesaikan tepat pada waktunya?
Percaya? apa yang membuat dia percaya padaku?


Teman.


Seketika itu juga aku kerjain.
dalam hati berkata,
"iya aku usahain yah dan tak akan kusia-siakan juga kepercayaan mu itu. Janji"
Mati-matian kubuat, dibantu doping Mocacinno.
(Tak lupa skill sketch-up ku yang pas-pasan ini).

Ajaibnya jadi. Tepat pukul 6 am.

Oya, tapi maaf aku sedikit ingkar.
Aku baru bisa nge-plot poster ukuran 60 x 90 jam 9.
Sori yah, tak menepati janjimu...

Wew setelahnya, tubuhku bener-bener ambruk.
Harusnya lebih parah dari itu,
tapi entahlah, kaya dapet dorongan semangat gitu, haha.



---------------------------------------------------------------------------
NOTE: Ada perubahan pengumpulan tugas perkot,
yang tadinya jumat jadi hari senin.
Lha... jadi pas waktu itu nglembur semalaman buat apa!? aaargh....
Bukan untuk apa-apa sih, hanya untuk "sebuah janji".
Aammm... untukmu yang dicerita,
sori yah tanpa seijin-mu menjadikan salah satu tokoh.
Semangat untuk TA-ku, semangat untuk TA kalian juga.



Ghany, true story at Dec 9 2010

(Flashback ke masa SMA) Saat pulang sekolah, ketika hari hujan


.



Untuk Ike, Ah, malam-malam musim penghujan seperti ini,
mengingatkanku saat kita pulang sekolah dulu, ketika hari hujan.
Tak terlalu lebat memang, tapi cukup untuk membuat rambut sebahumu basah.
Saat kamu berlarian dari koridor menuju angkot.

Lelaki bodoh ini hanya sanggup melihatmu dari kejauhan.
Mengikuti langkah gerak kaki kecilmu menyeriakan genangan air.
Tak ada yang bisa kulakukan lebih dari itu.

Aku juga hafal angkot jurusan apa yang kamu tunggu.
F2, Sokaraja, atau O2 menuju terminal.
Sedetail inikah aku diam-diam mengenalmu? atau hanya kebetulan saja?

Mungkin karena kita sering papasan di pedestrian depan sekolah.
Sama-sama menunggu angkot tapi beda jurusan.

Atau beberapa kali kujumpai kamu lagi duduk di dalam angkot,
yang sedang berhenti tak jauh dari gerbang sekolah.
Kita cuma saling bertukar senyum, sebatas saling menatap.
Jika kedua bola mata kita bertemu,
pastinya aku akan lebih dulu memalingkan pandangan ke satu titik yang lain.
Aaah...pengecut sekali aku.