
Untuk Ike, Ah, malam-malam musim penghujan seperti ini,
mengingatkanku saat kita pulang sekolah dulu, ketika hari hujan.
Tak terlalu lebat memang, tapi cukup untuk membuat rambut sebahumu basah.
Saat kamu berlarian dari koridor menuju angkot.
Lelaki bodoh ini hanya sanggup melihatmu dari kejauhan.
Mengikuti langkah gerak kaki kecilmu menyeriakan genangan air.
Tak ada yang bisa kulakukan lebih dari itu.
Aku juga hafal angkot jurusan apa yang kamu tunggu.
F2, Sokaraja, atau O2 menuju terminal.
Sedetail inikah aku diam-diam mengenalmu? atau hanya kebetulan saja?
Mungkin karena kita sering papasan di pedestrian depan sekolah.
Sama-sama menunggu angkot tapi beda jurusan.
Atau beberapa kali kujumpai kamu lagi duduk di dalam angkot,
yang sedang berhenti tak jauh dari gerbang sekolah.
Kita cuma saling bertukar senyum, sebatas saling menatap.
Jika kedua bola mata kita bertemu,
pastinya aku akan lebih dulu memalingkan pandangan ke satu titik yang lain.
Aaah...pengecut sekali aku.
(Flashback ke masa SMA) Saat pulang sekolah, ketika hari hujan
.


Posting Komentar