Tampilkan postingan dengan label Favorite Movie. Tampilkan semua postingan

Balto, tentang pengharapan


.




   Jika kamu suka film tentang pengharapan, mungkin Balto cocok denganmu. Based on a true story at 1925. Dikisahkan di Nome Village, Alaska sebuah desa yang berjarak 600 mil dari kota Nenana. Pada waktu itu anak-anak terserang wabah penyakit diphtheria, termasuk Rosy gadis kecil pemilik Jenna (a female dog yang disukai oleh Balto). Untuk menyelamatkan nyawa mereka (yang padahal sudah dibuatkan beberapa peti mati ukuran anak-anak, karena saking parahnya) dibutuhkan serum yang hanya tersedia di kota terdekat, sebab di desa sedang kehabisan stok. Yang tersisa hanyalah Aspirin. Karena adanya badai salju, melalui telegraph diberitakan bahwa pesawat pengantar serum tersebut gagal take off. Kemudian dialihkan melalui jalur darat dengan Kereta Uap, namun hanya sanggup sampai di Nenana. Selebihnya hanya mengandalkan kereta salju yang ditarik oleh beberapa ekor anjing. Disamping itu karena medannya berbukit dan berlembah.

Anjing-anjing penarik kereta salju itu juga hasil dari adu lari, yang tercepat akan mendapat kehormatan sebagai leader di depan. Dalam race itu, Balto keluar sebagai pemenang. Seekor Anjing setengah serigala yang selalu diabaikan dan belum pernah mendapat perhatian dari masyarakat setempat. Mungkin karena dia setengah serigala, maka leader kereta pengambil serum itu dipercayakan pada Steele, seekor anjing yang menjadi primadona yang juga suka terhadap Jenna, namun berhati buruk. Saat mengambil jalan pulang rombongan Steele tersesat di tengah hamparan salju. 

Saat itu juga Balto mendengar berita bahwa kondisi Rosy semakin buruk. Teringat dengan peti mati yang dibuat oleh seorang Carpenter, maka dia berniat untuk menyusul rombongan Steele bersama tiga sahabat dekatnya Boris (a Russian goose), Muk dan Luk (Polar bear but cannot swimming). On the way, mereka bertemu Grizzly bear. Saat mereka diserang, Jenna juga datang untuk membantu. Grizzly bear itu bisa dikalahkan saat mereka bertempur di tengah danau beku. Lapisan es retak saat Grizzy Bear berpijak, dan tercebur kedalam danau. Demikian juga dengan Balto, namun berhasil diselamatkan oleh Muk dan Luk, yang seketika itu juga langsung bisa berenang, padahal sebelumnya takut banget sama yang namanya “tenggelam”.

Karena pertemperan itu juga Jenna terluka, Balto menyuruh Boris, Mulk, dan Luk untuk mengantar dia kembali ke village. Akhirnya ditemukan juga rombongan Steele, Balto berniat mengambil Alih rombongan, namun Steele menolak, karena dia belum mengakui bahwa dirinya tersesat. Setelah beberapa serangan yang mengarah ke Balto, Steele tak sengaja terpelanting ke dalam jurang. Tapi dia hanya menderita luka kecil ajah.

Singkat cerita, Balto juga tersesat karena tanda jalan yang dibuat, dikacaukan oleh Steele. Balto juga sempat jatuh ke jurang bersama Medicine box-nya. Dia berpikir bahwa sudah tidak ada harapan lagi, but dia teringat kata-kata dari Boris “Let me tell you something Balto… a dog cannot make this Journey alone. But maybe… a wolf can, he?” dia baru menyadari bahwa di dalam tubuhnya juga mengalir darah serigala, setelah menyamakan kakinya dengan jejak serigala yang ditemuinya. Mendapat harapan baru, tebing itu dipanjatnya sambil menarik medicine box.

Dan berkat petunjuk Cahaya berwarna yang dibuat Jenna dari Broken bottles (like Aurora in Polar) di village, akhirnya rombongan Balto sampai juga. Disinilah scene paling mengharukan tercipta; aku sempet juga meneteskan air mata, padahal udah nonton 2 kali, dimana seluruh warga menyambut kedatangan rombongan Balto dengan sangat luar biasa. Lentera-lentera jalan yang tadinya sebagai tanda Village, padam karena dikira sudah tak ada harapan rombongan itu untuk sampe ke desa … kini warga berbondong-bondong untuk menyalakanya. Kita tau semua tadinya Balto adalah anjing yang tak pernah dianggap, kini… dia menjadi pahlawan yang sesungguhnya. Penduduk village secara bergantian mengelus-elusnya. Another Scene yang juga mengharukan ketika Boris, Mulk dan Luk memeluk Balto sambil menagis. Tak lupa juga dengan Jenna.

Di ending kita dapat melihat, Rosy yang telah mendapat vaksin, sudah bisa tersenyum dan berucap kepada Balto “I’d be lost without you”. What have we learned from this movie? Yups, harapan itu selalu ada… percayalah! Dan janganlah meremehkan hewan, maybe suatu saat dia yang akan menyelamatkan nyawa kita. Atas izin Alloh tentunya..