
“…selamat datang masa depanku...
makasih yah untuk kenangan dan masa lalu itu...”
Ini kesiasiaan? tidak juga.
Paling tidak dengan semangat itu, aku bisa menjadi "seseorang".
Semangat yang berkobar hanya dari sms yang kamu kirimkan.
Dan jika sekarang aku mulai mengenang kembali waktu itu,
ada senyum disana, senyum yang tak tergantikan.
Walaupun terkadang aku masih merindukan saat-saat itu,
kembali ke masa awal - awal kuliah, ada canda, tawa, atau kadang terselip perih.
Itu biasa.
Iya aku tau, aku hanya seorang pemimpi.
Seorang lelaki bodoh yang terus terikat masa lalu.
Karena pernah kehilangan.
Mungkin juga sombong,
karena tak pernah mengambil tiap kesempatan yang ada.
Tapi yakinlah bukan itu yang kumau.
Aku tak bisa walau sekedar menggenggam tangan mungilmu.
Sepertimu yang lebih memilih menarik jaketku
jika ingin memberitahuku sesuatu.
Mungkin ini prinsipku.
Aku sendiri kadang tak yakin tentang perasaan ini,
terkadang kamu terlihat seperti malaikat kecil,
kunang- kunang temaram (sama sepertiku),
atau hanya seorang teman kebanyakan.
Oya makasih ya buat warna -warna perlangimu.
Aku juga minta maaf kalau saja pernah ada
warna - warna kelam yang pernah kutorehkan di hidupmu,
dan membuat warna-warna lainnya menjadi kelabu.
Bersamaan dengan aku posting tulisan ini,
aku mulai mencoba menatap masa depanku sendiri.
Aku tak peduli akan sejelek apa imejku kelak dimatamu nanti.
Aku juga tak menginginkan rasa ini terbit lagi, kumohon...
Aku pergi yah.... kupu - kupu musim panas dini.
"...Sampai jumpa 10 tahun lagi, ditempat mimpimu berada.
Sebuah tempat yang lebih baik dari hari ini...".
Ghany - July, 26 2011. Malam setelah gladi bersih Wisuda Universitas.
Serpihan terakhirku: epilog, do you remember? butterfly early summer
.


Posting Komentar